Kecelakaan
dapat terjadi dalam setiap kegiatan manusia. Kecelakaan merupakan suatu
kejadian di luar kemampuan manusia, terjadi dalam sekejap dan dapat menimbulkan
kerusakan baik jasmani maupun jiwa. Kegiatan yang membahayakan sering terjadi
di laboratorium ataupun di bengkel, tetapi hal ini tidak harus membuat kita
takut untuk melakukan kegiatan laboratorium.
Salah
satu hal penting yang diharapkan dari melakukan kegiatan dan eksperimen di
dalam belajar sains adalah agar siswa atau mahasiswa berhadapan langsung dengan
suatu gejala atau fenomena. Untuk sebagian mahasiswa pemahaman akan terjadi
dengan cara melakukan (learning by doing). Eksperimen dapat merupakan suatu
kegiatan yang menyenangkan dan dapat juga membahayakan. Guru atau dosen dan
asisten harus mampu mencegah terjadinya kecelakaan. Siswa atau mahasiswa harus
mengetahui tentang bahaya-bahaya yang dapat terjadi di dalam melakukan suatu
kegiatan laboratorium atau eksperimen sehingga mereka melakukannya dengan
hati-hati. Dengan demikian bahaya terjadinya kecelakaan dapat dihindarkan.
A.
Sumber
Terjadinya Kecelakaan
Terjadinya kecelakaan dapat
disebabkkan oleh banyak hal, tetapi dari analisis terjadinya kecelakaan
menunjukkan bahwa hal-hal berikut adalah sebab-sebab terjadinya kecelakaan di
laboratorium:
1.
Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan-bahan
kimia dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam
melakukan kegiatan laboratorium.
2.
Kurang jelasnya petunjuk kegiatan laboratorium dan juga
kurangnya pengawasan yang dilakukan selama melakukan kegiatan laboratorium.
3.
Kurangnya bimbingan terhadap siswa atau mahasiswa yang
sedang melakukan kegiatan laboratorium.
4.
Kurangnya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan
dan perlengkapan pelindung kegiatan laboratorium.
5.
Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan
yang semestinya harus ditaati.
6.
Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang
seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai.
7.
Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan.
Terjadinya kecelakaan di
laboratorium dapat dikurangi sampai tingkat paling minimal jika setiap orang
yang menggunakan laboratorium mengetahui tanggung jawabnya. Berikut adalah
orang yang seharusnya bertanggung jawab terhadap keamanan laboratorium:
1.
Lembaga atau staf laboratorium bertanggung jawab atas
fasilitas laboratorium yaitu kelengkapannya, pemeliharaan, dan keamanan
laboratorium.
2.
Dosen atau guru bertanggung jawab di dalam memberikan
semua petunjuk yang diperlukan kepada mahasiswa atau siswa termasuk di dalamnya
aspek keamanan.
3.
Mahasiswa atau siswa bertanggung jawab untuk
mempelajari aspek kesehatan dan keselamatan dari bahan-bahan kimia yang
berbahaya, baik yang digunakan maupun yang dihasilkan dari suatu reaksi, dan
keselamatan dari teknik dan prosedur yang akan dilakukannya. Dengan demikian
mahasiswa atau siswa dapat menyusun peralatan dan mengikuti prosedur yang
seharusnya, sehingga bahaya kecelakaan dapat dihindarkan atau dikurangi.
Pertolongan pertama bukanlah
seperangkat aturan tetapi merupakan kerangka pemikiran. Aturan-aturan membantu
siswa atau mahasiswa mengembangkan sikap yang aman terhadap berbagai bahan
kimia berbahaya. Hal yang penting adalah agar siswa atau mahasiswa mengetahui
aturan-aturan yang aman dan yang lebih penting lagi adalah bahwa mahasiswa atau
siswa mengetahui apa yang dikerjakannya, bahaya-bahaya apa yang mungkin dapat
terjadi, dan hal apa yang perlu dilakukan agar bekerja dengan aman serta apa
yang harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan.
Berikut
adalah aturan umum yang berkaitan dengan keamanan laboratorium:
1. Penataan ruangan yang baik sangatlah penting untuk
keamanan kerja di laboratorium. Ruangan perlu ditata dengan rapi, berikan
tempat untuk jalan lewat dan tempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
2.
Setiap orang harus cukup akrab dengan lokasi dan
perlengkapan darurat seperti kotak P3K, pemadam kebakaran, botol cuci mata dll.
3.
Gunakan perlengkapan keamanan bila sedang melakukan
eksperimen.
4. Sebelum mulai bekerja kenalilah dulu kemungkinan bahaya
yang akan terjadi dan ambil tindakan
untuk mengurangi bahaya tersebut.
5.
Berikan tanda peringatan pada setiap perlengkapan,
reaksi atau keadaan tertentu.
6.
Eksperimen yang tanpa izin harus dilarang. Bekerja
sendirian di laboratorium juga perlu dicegah.
7.
Gunakan tempat sampah yang sesuai untuk sisa pelarut,
pecahan gelas, kertas, dsb
8. Semua percikan dan kebocoran harus segera dibersihkan
Bersambung......
Sumber :
Koesmadi, dkk. 2000. Teknik Laboratorium. Bandung : Biologi FPMIPA UPI
No comments:
Post a Comment